Cuplikan Chapter ini
Waktu merayap lambat saat sarapan pertama dilewati tanpa sepatah kata Cangkir-cangkir keramik putih tersusun rapi di atas meja kayu jati yang mulai mengelupas di sudut-sudutnya Aroma kopi tubruk mengepul tipis berpadu dengan bau embun pagi yang menguar dari jendela kaca berembun Di luar kabut tebal masih memeluk dahan-dahan pohon pinus menyembunyikan batas antara halaman belakang rumah dan hutan lindung di lereng bukitAris menatap pantulan dirinya di permukaan kopi yang hitam legam Wa