Cuplikan Chapter ini
Suasana perkebunan Malabar di sepertiga malam terakhir selalu terasa begitu sakral Kabut tipis menyelimuti pepohonan teh seolah bumi sedang bersujud dalam keheningan yang paling dalam Di dalam vila utama Arfan terbangun dari tidurnya Bukan karena suara mesin atau dering telepon yang biasanya membawa kabar buruk dari kantor pusat melainkan karena panggilan halus dalam batinnya sendiri Ia duduk di tepi tempat tidur membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan kegelapan kamar yang hanya d