Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menyusup lembut lewat celah kaca jendela dapur utama menghangatkan lantai marmer putih yang biasanya terasa dingin dan steril Di balik meja pulau dapur berbahan granit hitam Shasmira berdiri dengan apron abu-abu melilit tubuhnya Rambutnya diikat sembarangan ke atas menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah tirusnya Di hadapannya sepiring mangkuk besar berisi adonan tepung terigu mentega dan telur tampak berantakan Ia sedang mencoba membuat kue kering sederhana s