Cuplikan Chapter ini
Angin sore berhembus malas membawa debu jalanan kota yang menempel tipis pada kaca jendela besar ruang keluarga kediaman Arfan Shasmira berdiri terpaku di balik tirai transparan menatap kosong ke arah halaman luar yang sepi Sudah berbulan-bulan ia hidup di dalam sangkar megah ini terjebak dalam siklus hari-hari yang berjalan tanpa gairah tanpa warna dan tanpa kebebasanNyonya teh hangatnya sudah saya siapkan di meja suara Bi Inah memecah kesunyian ruangan datar dan tanpa ekspresi s