Cuplikan Chapter ini
Senyum sedikit lagi Maya Kakek memperhatikan kita dari ujung mejaSuara Aris berbisik begitu tipis nyaris tak tertangkap oleh telinga orang lain di ruang makan yang megah itu namun ketegangan di rahangnya tidak bisa disembunyikan Di hadapan mereka meja panjang berukir kayu mahoni tua dipenuhi oleh piring-piring porselen antik dan hidangan makan malam keluarga besar yang tertata mewah Lampu gantung kristal bergemerlapan memantulkan cahaya kuning hangat menyinari ruangan yang dipenuhi o