Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menyusup lembut melalui celah jendela kaca besar di ruang tamu utama kediaman Arfan memantulkan bias cahaya keemasan di atas permadani wol tebal berwarna gading Shasmira duduk di sofa panjang bersama suaminya menikmati secangkir teh hangat melati yang baru saja disiapkan oleh Bi Inah Hubungan di antara mereka kini telah jauh berubah tidak ada lagi rasa curiga tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan dan tidak ada lagi dinding pembatas yang menyiksa Yang tersisa hanyalah ke