Cuplikan Chapter ini
Malam merayap lambat di atas megahnya atap kediaman keluarga besar Wiratama Di luar jendela angin malam berembus kencang menggoyangkan dahan-dahan pohon oak tua di halaman samping dan menciptakan bayang-bayang panjang yang menari di dinding kamar tidur utama Pukul dua belas lewat empat puluh lima menit Rumah besar itu seharusnya larut dalam keheningan yang sempurna diselimuti oleh kepenatan setelah hari yang melelahkan di kantor pusat Namun ketenangan semu itu pecah oleh sebuah suara