Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Malabar selalu memiliki cara unik untuk menembus kabut seolah ingin menegaskan bahwa kehidupan akan selalu menemukan jalannya untuk bercahaya kembali tidak peduli seberapa pekat kegelapan yang melanda malam sebelumnya Arfan berdiri di balkon vila memandang hamparan hijau yang kini bukan lagi sekadar ladang produksi melainkan sebuah monumen perjuangan Di bawah sana para pekerja sudah mulai beraktivitas namun ada ritme yang berbedaritme ketenangan yang lahir dari stabi