Cuplikan Chapter ini
Tembakan pertama terdengar seperti kaca yang pecahAnak buah Bayu menyerbu dari lorong samping dengan gerakan yang sangat terlatih Semburan peluru kaliber 9mm menghantam dinding marmer memecahkan kristal lampu gantung menjadi hujan serpihan tajam yang berkilau di udara Ruangan yang baru saja memancarkan elegansi itu berubah menjadi neraka sempit yang beraroma mesiu dalam hitungan detikTim Malik membalas tembakanRon terseret ke samping menjatuhkan meja panjang sebagai perisai darurat