Cuplikan Chapter ini
Studio perlahan tenggelam dalam sunyi menyisakan gema langkah kaki yang memudar di koridor panjang Vini duduk sendiri di depan cermin ruang rias yang luas Lampu sorot kecil di atas bingkai cermin masih menyala membasuh wajahnya dengan cahaya putih yang terlalu jujurcahaya yang tidak memaafkan kelelahan atau kebohongan sekecil apa punIa menatap pantulan dirinya sendiriDi sana ada wajah seorang perempuan yang dulu berlari tanpa arah namun kini berdiri tegak di puncak dunia Garis waj