Cuplikan Chapter ini
Langit siang meluruh dengan cepat membungkus Kota Billboard dalam cahaya abu-jingga yang kusam Di dalam apartemen keheningan terasa begitu berat hingga detak jam dinding terdengar seperti hantaman paluteratur tak peduli dan tak bisa dihentikanKetika bel pintu berbunyi dua kali Vini tersentak hebat Jantungnya menghantam rusuk refleks lama yang belum sepenuhnya matisampai sebuah suara riang menembus daun pintu kayu ituKak Viniii Ini aku Okky Kak Ron nyuruh aku datang nemenin