Cuplikan Chapter ini
Beberapa bulan telah berlalu sejak malam ketika dinding pertahanan terakhir mereka runtuh Pagi di apartemen kecil itu selalu memiliki pola yang sama aroma kopi pahit seduhan Ron rambut acak Vini yang jatuh menutupi mata karena posisi tidur yang kacau sinar matahari putih pucat yang memantul di dinding dan detak kesunyian yang kini terasa seperti sebuah rumahRon keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah Kaos putih longgar menempel di bahunya Vini duduk di meja kecil dekat