Cuplikan Chapter ini
Bayu melangkah perlahan langkahnya terukur seperti seorang konduktor yang tahu persis kapan harus memperlambat tempo Ia berhenti di tepi tempat tidur membiarkan bayangan tubuhnya menutupi sebagian cahaya remang yang jatuh pada kulit Vini yang kini berkilau oleh keringat tipis Dua perempuan itu mundur dengan senyap meninggalkan Vini terbaring di antara seprai sutra yang kusut napasnya pendek-pendek dada naik-turun seolah mengejar udara yang semakin langkaIa meraih pergelangan tangan