Cuplikan Chapter ini
Pagi di kota Billboard datang dengan cahaya pucat yang memantul di kaca jendela apartemen Vini Hujan sudah berhenti sejak dini hari menyisakan aroma aspal basah yang memenuhi udaraRon baru pulang dua jam lalu Ia duduk di sofa apartemennya sendiri masih mengenakan jaket yang belum ia lepas sejak semalam Kopi panas di depannya sudah dingin Ia menatapnya tanpa benar-benar melihatIa berbicara pada dirinya sendiri dalam hati Baru kali ini aku nggak mau pulang dari tempat seseorangRon