Cuplikan Chapter ini
Hendrawan berdiri di dekat jendela tinggi ruang privatnya Kota Tanjung Solara terbentang di bawah sanalampu-lampu seperti urat saraf yang terus menyala meski tubuhnya sendiri mulai lelahIa menggeser layar tablet di tangannya menggulir barisan data terenkripsi tanpa ekspresiSosok itu muncul lagi katanya datar seolah sedang membahas cuacaPenyandang inisial VIa berhenti sejenak lalu menambahkan Dari jaringan lama Sebelum aku memegang wilayah iniAnak buahnya mengerutkan d