Cuplikan Chapter ini
Hari itu cerah di Tanjung Solara Langit biru terbentang tanpa cela sementara matahari jatuh tepat di atas permukaan laut memantulkan cahaya yang berkilau seperti serpihan kaca emas tak terhitung jumlahnya Angin bergerak ramah membawa aroma asin yang segar dan ilusi kebebasanjenis hari yang biasa digunakan kota ini untuk menjual kebohongan bahwa semuanya baik-baik sajaNamun bagi Vini hari itu terasa sebaliknyaDi balik kaca gelap mobil hitam yang melaju perlahan menuju dermaga priva