Cuplikan Chapter ini
Udara senja menempel dingin di kaca-kaca gedung ketika Ron perlahan mengemudikan mobilnya menjauh dari gedung apartemen Vini Hujan sudah berhenti sepenuhnya namun sisa-sisanya masih menempel pada jalanan seperti kenangan yang tidak mau hilang Lampu-lampu malam menyala satu per satu membentuk jalur cahaya panjang yang membentang di trotoarRon menyandarkan kepala pada sandaran kursi Ia membiarkan keheningan mobil menenangkan dirinya menunggu napasnya kembali stabil Entah mengapa malam