Cuplikan Chapter ini
Air shower jatuh dengan irama yang stabil memantul di ubin putih lalu mengalir ke lubang pembuangan seperti waktu yang menolak berhenti Uap hangat memenuhi kamar mandi memburamkan dinding kaca hingga dunia di luar terasa jauhtidak penting Ruang sempit ini menjadi satu-satunya tempat yang nyataVini duduk bersandar pada dinding porselen yang dingin Rambutnya basah menempel di leher dan pipi Air mengalir tanpa henti dan untuk pertama kalinya ia tidak berusaha menyembunyikan apa pun