Cuplikan Chapter ini
Jam hampir menunjukkan pukul satu dini hari Lampu ruang tamu apartemen Vini telah lama dimatikan menyisakan cahaya neon kota yang menyusup lancang lewat celah tirai Biru jingga dan ungu saling bertumpukan di dinding putihseperti lukisan abstrak kota yang diam namun memarVini tertidur di sofa kepalanya terkulai pasrah di bahu RonRon tahu ia seharusnya membangunkannya memindahkannya ke kamar lalu menjaga jarak aman di sofa tamuseperti orang yang masih punya akal sehat Tapi tubuh