Cuplikan Chapter ini
Napas mereka masih memburu tersengal seperti dua orang yang baru saja berlari jauh tanpa sempat berhenti Dada Ron naik-turun cepat di bawah pipi Vini detak jantungnya terasa nyata di kulit Vini yang menempel eratritme liar yang perlahan melambat seolah memberi tahu bahwa badai telah berlalu Vini merasakan setiap denyut itu seperti lagu yang hanya diperdengarkan untuknya pengingat sunyi bahwa ia tidak lagi sendirian di tengah gelapKeringat tipis membasahi kulit mereka berdua membuat