Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Kota Billboard lupa cara bernapas Ritme kota tak lagi ditentukan oleh deru mesin atau klakson kemacetan melainkan oleh kegelisahan kolektif yang merayap dari layar-layar ponsel Di halte yang lembap di sudut kafe yang biasanya riuh hingga lobi gedung pencakar langitsemua pasang mata terpaku pada satu hal yang sama Terkejut Waspada Menahan napasSatu nama melesat melampaui algoritma menjadi bisikan yang tertahan di tenggorokanBAYUEmpat huruf Tanpa gelar Tanpa potret y