Cuplikan Chapter ini
Sementara itu malam di rumah sakit merayap seperti kabut yang enggan pergi Di sofa ruang tunggu Clarissa telah lebih dulu menyerah pada kelelahan tertidur pulas di balik selimut tipis yang disediakan perawat Sunyi hanya dipecah oleh dengung mesin pendingin ruangan dan deru halus hujan yang masih setia mengetuk jendelaRon yang sejak tadi terjaga menatap cakrawala Kota Billboard yang basah akhirnya tak mampu lagi melawan berat kelopak matanya Ia tertidur dalam posisi duduk di kursi r