Cuplikan Chapter ini
Pagi itu terasa asingterlalu terang terlalu hangat seolah Kota Billboard sedang mencoba menebus dosa-dosanya dengan cuaca yang nyaris sempurna Cahaya matahari menyelinap lewat celah gorden membasahi ruang tamu dengan warna madu yang lembutRon terbangun lebih dulu Ia berdiri di dekat meja makan menatap kotak cincin beludru biru yang kini kosong Refleksi cahaya pagi memantul di permukaannya yang terbukasunyi namun sarat maknaCincin itu kini telah berpindah tempatDi jari manis Vi