Cuplikan Chapter ini
Ron menyalakan mesin mobil dengan sentakan kasar Napasnya berat memburu di ruang kabin yang terasa semakin sempit namun sorot matanya mengerastekad yang mengkristal seperti baja Ia menginjak pedal gas memacu kendaraan itu membelah jalanan Kota Billboard yang mulai remang Di balik kaca jendela cahaya lampu kota memanjang dan berputar menyerupai garis-garis takdir yang sedang ditarik paksa oleh tangan-tangan yang tak terlihatRon kita mau ke mana tanya Vini lirih suaranya berget