Cuplikan Chapter ini
Ron memacu mobilnya membelah jalanan Kota Billboard dengan kalap Aspal basah memantulkan cahaya lampu kota seperti pecahan kaca sementara jarum kecepatan merayap naik tanpa ia pedulikan Bagi Ron setiap detik bukan lagi satuan waktumelainkan denyut yang memisahkan hidup dari kehilangan Ia hanya punya satu tujuan apartemen Vini Satu-satunya tempat yang masih ia anggap bentengDering ponsel tiba-tiba memecah kabin seperti sayatan pisau Layar di dashboard menyala ARMAN Ron menekan