Cuplikan Chapter ini
Pagi menyelinap masuk lewat tirai tipis membawa cahaya keperakan yang lembut ke dalam kamarUdara masih dingin namun sedikit lebih hangat dibanding semalamseolah malam itu telah menyembuhkan luka-luka kecil di balik napas tenang dua orang yang tertidur tak jauh dari satu sama lainRon terbangun pertama Ia tak langsung bergerak Selama beberapa detik matanya hanya menatap langit-langit kamar Viniputih polos dan entah mengapa terasa menenangkanRon berbicara pada dirinya sendiri dala