Cuplikan Chapter ini
Kebenaran yang pincang acap kali memiliki cara yang jauh lebih menakutkan untuk merayap masuk ke dalam ruang pengadilan ketimbang sebuah kebohongan yang berjalan dengan tegap Di tengah desik kecemasan para aktivis karena meja pengacara LBH masih kosong pintu ganda di bagian belakang ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak berderik terbuka secara cepat Suara benturan sepatu lars yang bertekstur kasar dari belasan personel Korps Brimob bersenjata lengkap seketika memotong