Cuplikan Chapter ini
Maut yang dibeli dengan uang kertas sering kali datang mengetuk pintu sel menjelang subuh kala kabut hitam beraroma uap comberan sedang tebal-tebalnya membungkus tembok penjara Cipinang Di dunia atas Menara Sudirman mungkin sedang gemetar oleh rontoknya harga saham dan kepanikan para direktur berperut lemak namun di dunia bawah yang pengap ini silsilah kekuasaan masih ditentukan oleh siapa yang memegang kunci jeruji dan siapa yang memiliki belatiUang triliunan dari bisnis warisan kelua