Cuplikan Chapter ini
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pagi itu menjelma menjadi sebuah koloseum modern di mana keadilan bersiap untuk dieksekusi di tengah sorak-sorai kepuasan publik Sejak fajar belum sepenuhnya menyapu langit ibu kota pelataran gedung sudah sesak oleh ratusan manusia Kamera-kamera televisi dengan lensa panjang berjejer seperti moncong meriam siap membidik setiap jengkal penderitaan yang bisa diubah menjadi rating televisi Wartawan saling sikut sementara warga yang terlanjur terhasut