Cuplikan Chapter ini
Kau mau mati muda atau mau mati kelaparan TumbalSuara Viona Alamanda mengalun tipis di antara desis AC sentral ruangan Direktur Pemasaran terdengar lebih dingin daripada sayatan silet di atas kulit ari Di seberang meja kaca hitamnya seorang lelaki bermata cekung dengan jaket jins dekil duduk gelisah meremas topi petnya yang bau minyak rambut murahan Lelaki itu adalah Tumbal seorang bajingan kelas teri dari pelabuhan utara yang namanya sering disebut-sebut dalam catatan kriminal polsek