Cuplikan Chapter ini
Ruang interogasi di sudut paling belakang markas Polres Jakarta Pusat tidak pernah dirancang untuk melahirkan keadilan Tempat itu adalah sebuah kotak yang pengap dan berbau busuk Dinding-dindingnya yang lembab telah menyerap ribuan jeritan keputusasaan selama berpuluh-puluh tahun Di sana waktu seperti berhenti berputar Tak ada jendela yang bisa membedakan apakah di luar sana matahari sedang terbit dengan megah atau malam sedang mendekap kota dengan dingin Hanya ada sebutir lampu bohla