Cuplikan Chapter ini
Matahari Jakarta terbit sewarna dengan karat besi tua memandikan atap-atap gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan cahaya kuning yang panas dan gersang Sejak subuh belum sepenuhnya memecah langit pelataran gedung sudah menjelma menjadi koloseum modern yang sesak oleh ribuan kepala manusia Kamera-kamera televisi dengan lensa panjang bersanding bersama poster-poster aktivis hak asasi manusia yang menuntut runtuhnya teater hukum pembantaian Menteng Udara di dalam ruang sidang utama te