Cuplikan Chapter ini
Jangan bunuh saya Om Tahir Demi Tuhan bukan saya yang memegang belati perak itu jerit Tumbal suaranya melengking memecah keheningan sel nomor tiga belas laksana lengkingan burung hantu yang sayapnya patah diterjang badaiMalam itu Lembaga Pemasyarakatan Cipinang kembali dibungkus oleh kabut hitam yang beraroma comberan dan uap belerang Jam di dinding koridor luar baru saja berdentang dua kali menandai waktu di mana para sipir penjara biasanya tertidur pulas dengan botol tuak yang masi