Cuplikan Chapter ini
Kematian acap kali datang tanpa mengetuk pintu meluncur serupa ular sawah yang menyelinap ke bawah tikar saat manusia terlelap Di dalam sel nomor tiga belas Lembaga Pemasyarakatan Cipinang aroma maut itu terasa nyata berbaur dengan uap comberan yang tersisa dari hujan semalam Fajar yang menyembul dari balik jeruji besi tidak membawa kehangatan melainkan cahaya kuning pucat yang menelanjangi ketakutan di wajah Tumbal Pria kurus itu masih merangkak di lantai semen memegangi ujung celana