Cuplikan Chapter ini
Pintu ruang kerja pribadi Om Tahir tidak terbuka dengan derit halus melainkan berdentang keras dihantam tumit sepatu hak tinggi milik Viona Alamanda Sebelum Aris sempat melompati bingkai jendela besar menuju atap garasi sesosok bayangan bertubuh tambun laksana celeng hutan menghadang langkah kakinya Tumbal yang asli merangsek masuk dengan membawa sebilah balok kayu tebal peninggalan renovasi halaman belakang Hantaman balok itu bersarang telak di pundak sang pengacara muda membuatnya ter