Cuplikan Chapter ini
Malam di lereng Gunung Salak luruh bersama kabut tebal yang beraroma daun pinus basah Sanatorium Villa Asri terkunci rapat laksana makam tua peninggalan kolonial Belanda Di pekarangan luar empat anak buah kepercayaan Tumbal berjaga dengan senapan laras pendek bersilang di dada Anjing-anjing pemburu berkali-kali menggonggong jalang mencium gelagat aneh yang merayap di sela-sela kegelapanDi dalam kamar nomor empat Lintang tidak lagi menyerupai seonggok daging tanpa ingatan Matanya yang