Cuplikan Chapter ini
Pak Pak Tahir Ini Karta Bu Viona menyuruh saya mengantarkan dokumen logistik penting malam ini kata Karta suaranya mengalun gemetar membelah kesunyian lobi kediaman Jalan Sentosa 1 yang teramat padat seperti udara di dalam kuburan tuaLangkah kaki Karta yang dibungkus pantofel karet berdecit pelan di atas lantai granit yang putih bersih Tangan kanannya mencengkeram erat map kulit hitam pemberian Viona sementara tangan kirinya gemetar menahan dingin yang mendadak merayap dari balik por