Cuplikan Chapter ini
Kebenaran sering kali berjalan tertatih-tatih di atas jalanan Jakarta yang becek bersembunyi di balik bayang-bayang tiang layang kereta api atau di dalam kantong celana loak seorang kusir truk pasokan beras Ketika fajar menyembul dari balik atap seng Cipinang alat perekam suara digital sekecil ibu jari itu telah berpindah dari lipatan celana robek Sekon ke dalam kotak ban serep kabin diesel milik Mang Udin Benda hitam itu berguncang sepanjang jalan melewati pos penjagaan melompati porta