Cuplikan Chapter ini
Kegilaan sering kali dirawat di tempat-tempat di mana pohon pinus bernyanyi layaknya suara orang mati dan kabut tebal turun setiap jam tiga sore untuk menyembunyikan kebenaran dari mata dunia Di lereng Gunung Salak yang basah Sanatorium Villa Asri berdiri laksana kompleks makam kolonial Belanda yang dihuni oleh jiwa-jiwa yang dibuang oleh keluarga mereka sendiri Di balik pagar besi setinggi tiga meter berselimut kawat berduri aktif waktu seolah berjalan mundur atau mungkin berhenti sam