Cuplikan Chapter ini
Uang perak dan kertas-kertas lusuh yang disimpan di bawah kasur kapuk atau di dalam celengan bambu di pelosok Bojongsari rupanya memiliki kaki-kaki gaib yang sanggup melompati tembok tinggi berselimut kawat berduriDua tahun silam sebelum kedua orang tua Sekon dan Karta mengunci pintu rumah rapat-rapat karena malu melahirkan sepasang jagal mereka sempat menyerahkan buntelan kain mori berisi sisa tabungan hasil panen padi dan penjualan sepasang sapi kurus kepada Mang Udin Uang itu diniatka