Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Seeyana bangun tanpa rasa tergesa Alarm berbunyi seperti biasa dan tubuhnya merespons dengan patuh bukan karena disiplin kaku melainkan karena kebiasaan yang sudah menyatu Ia menyeduh kopi membuka tirai dan membiarkan cahaya masuk secukupnya Hari konfirmasi tersisa satuIa tidak membuka surel lebih dulu Ia memilih menyelesaikan rutinitasnya olahraga singkat mandi sarapan Seolah-olah keputusan yang akan ia ambil nanti tidak berhak mencuri pagi yang rapiDi kantor kalen