Cuplikan Chapter ini
Ruang dewan berada di lantai atas dengan dinding kaca yang menghadap kota Pagi itu cahaya jatuh rata ke meja panjang membuat segala sesuatu terlihat jelas termasuk ketegangan yang biasanya tersembunyi Seeyana tiba lebih awal Ia menata laptop menguji proyektor dan duduk dengan punggung tegak Tidak ada catatan kecil di tangannya Semua sudah tertata di kepalaSatu per satu anggota dewan masuk Sapaan singkat Senyum profesional Livia duduk di ujung meja memberi anggukan kecil Seey