Cuplikan Chapter ini
Ravent datang sore itu tanpa jaket tanpa bunga tanpa alasan yang dibuat-buat Ia berdiri di depan pintu apartemen Alya dengan wajah yang lebih tenang dari pertemuan-pertemuan sebelumnya bukan karena yakin melainkan karena siap menerima apa punSeeyana membuka pintu dan membiarkannya masuk Tidak ada pelukan Tidak ada senyum Hanya dua orang dewasa yang akhirnya memilih duduk berhadapanAku datang untuk dengar kata Ravent lebih dulu Bukan untuk membela diriSeeyana mengangguk Ia