Cuplikan Chapter ini
Telepon itu datang di pagi yang seharusnya biasa Seeyana sedang menyiapkan berkas ketika layar ponselnya menyala nomor rumah lama Ia menghela napas lalu mengangkatSeeyana suara Suryani terdengar datar Ravent masuk rumah sakit tadi malamWaktu seperti berhenti sejenak Kenapa tanya Seeyana suaranya terkendaliKelelahan Tekanan darahnya naik jawab Suryani singkat Dokter minta istirahat totalSeeyana menutup mata sebentar Bukan panik yang datang melainkan kesadaran I