Cuplikan Chapter ini
Keputusan besar jarang terasa heroik Ia datang sebagai kalimat pendek yang diucapkan pada pagi biasa Seeyana mengucapkannya di ruang rapat kecil dengan jendela menghadap ke jalan Pak Hendra duduk berseberangan map terbuka pena siapAku terima tawarannya kata Seeyana Tiga bulan lagiPak Hendra mengangguk pelan Kota lainIyaJaraknya jauh katanyaAku tahuPak Hendra tersenyum tipis Kamu selalu tahu apa yang kamu pilihSeeyana menghela napas lega Tidak ada eufor