Cuplikan Chapter ini
Keputusan tidak selalu datang dengan suara keras Kadang ia hadir sebagai daftar yang dibiarkan semalaman di meja makan dengan lampu redup dan cangkir yang sudah dingin Seeyana bangun pagi itu tanpa rasa mendesak tapi juga tanpa kelegaan Tawaran dari Livia belum ia jawab Dan untuk pertama kalinya ia tidak merasa bersalah karena menundaIa menyiapkan diri dengan gerakan rapi Pakaian dipilih sederhana rambut diikat rendah Ia tidak ingin terlihat siap perang tapi juga tidak ingin t