Cuplikan Chapter ini
Retak jarang terdengar saat ia muncul Ia lebih sering terasa seperti bunyi halus di dalam dada ketika sesuatu yang dijaga rapi bergeser setengah langkah Hari itu Seeyana sedang menunggu cetakan terakhir keluar dari mesin ketika ponselnya bergetar berulang Ia mengabaikan panggilan pertama Panggilan kedua Ketiga Nama yang samaRaventIa mengangkat setelah mesin berhentiAda apa tanyanya singkatSuara Ravent terdengar terburu Aku perlu bicara SekarangSeeyana menimbang Ada