Cuplikan Chapter ini
Kota itu menyambut tanpa janji Gedung-gedungnya lebih rapat jalannya lebih cepat dan orang-orang berjalan dengan tujuan masing-masing Seeyana tiba di pagi yang cerah koper di tangan peta sederhana di kepalaApartemen kecil yang ia sewa berada di lantai enam Tidak luas tapi cukup Cahaya masuk dari jendela besar memantul di lantai kayu yang masih bersih Seeyana meletakkan koper duduk di lantai sejenak lalu menarik napas panjangTidak ada rasa takut Hanya rasa asing yang wajar