Cuplikan Chapter ini
Bab 19 JedaTiga minggu pertama berlalu tanpa ledakan Itulah yang paling mengurasSeeyana bangun pagi bekerja pulang dengan tubuh lelah dan pikiran yang terus belajar diam Ia menepati jadwalnya sendiri bukan sebagai pelarian melainkan sebagai fondasi Percetakan itu kini terasa akrab bunyi mesin tumpukan kertas dan sapaan singkat yang tulusKamu kelihatan lebih tenang kata Pak Hendra suatu soreKarena saya berhenti menunggu jawab Seeyana tanpa berpikir lamaIa menyadari keb