Cuplikan Chapter ini
Ruang tamu rumah itu terasa lebih sempit dari ingatannya Kursi disusun rapi wajah-wajah duduk berhadapan dan udara dipenuhi bisik yang berhenti ketika Seeyana melangkah masuk Ia datang sendiri Tanpa Ravent di sisi tanpa tamengSuryani duduk di tengah punggung tegak tatapannya siap menusuk Beberapa kerabat menunduk yang lain menatap penuh ingin tahu seolah hidup Seeyana adalah perkara yang layak diputuskan ramai-ramaiKita tunggu Ravent kata Suryani singkatPintu terbuka beber